Susu Untuk Ibu Hamil



FAKTA SUSU UNTUK IBU HAMIL

Sering para wanita yang baru hamil atau para ibu hamil bertanya tentang Perlukah Susu untuk ibu hamil? Karena kebanyakan para ibu bimbang dalam ingin mengonsumsi susu pada saat masa kehamilan. Sebenarnya susu khusus untuk ibu hamil subtitutif, dapat tergantikan. Jika ada ya syukur, namun jika tidak ada tidak mengapa. Persoalan mengenai perlukah ibu hamil mengonsumsi susu khusus ibu hamil memang bukan persoalan baru. Persoalan ini sudah muncul sejak lama. Produsen A yang memproduksi susu khusus untuk ibu hamil ngotot bahwa susu produksinya lengkap buat ibu hamil, sedangkan produsen B mengunggulkan produk susunya tidak membuat sakit perut sehingga baik diminum untuk para ibu hamil. Ujung-ujungnya, banyak kepentingan yang bicara disini, terutama kepentingan marketing. Untuk menyikapi hal tersebut, baca fakta-fakta berikut ini :




1. Ibu hamil sebaiknya minum susu
Ibu hamil perlu makanan tambahan karena juga harus mencukupi nutrisi janinnya, selain untuk dirinya sendiri. Penambahan tersebut mencakup kalori, protein, vitamin, kalsiumdan mineral.

- Kalori dibuthkan sebanyak 300 kkal per hari. Kalori sangat penting untuk pembentukan tubuh.
- Protein dibutuhkan sekitar 12 gr per hari untuk pertumbuhan janin, plasenta, carian emnion, jaringan eturus, hemoglobin, plasma protein, serta untuk cadangan saat melahirkan dan menyusui.
- Kalsium dibutuhkan sekitar 30 gr selama kehamilan untuk pembentukkan tulang dan gigi janin, serta peningkatan metabolisme.
- Vitamin per hari, dibutuhkan 200 mikrogram RE vitamin A, 10 mikrogram vitamin D, 10 mg vitamin E, 65 mg vitamin K, 0,2 mg tiamin, 0,2 ribohlavin, 0,1 niasin, 0,3 mikrogram vitamin B12 dan 150 mg asam folat.
- Mineral perhari dibutuhkan 20 mg zat besi, 5 mg seng, 400 mg kalsium, 25 mikrogram yodium, 15 mikrogram selenium.- Susu yang terbuat dari susu sapi dianggap merupakan sumber nutrisi diatas yang mendekati ideal.

2. Minum susu tidak menggantikan makan
Susu bersifat menyempurnakan, tidak menggantikan makan. Karena susu juga mempunyai kelemahan, yaitu kurang zat besi. Padahal zat besi sangat penting untuk ibu hamil. Jadi jangan dibalik, bukan susu yang digunakan untuk mencapai kebutuhan gizi ibu hamil, melainkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

3. Kandungan gizi susu biasa dengan susu ibu hamil setara
Menurut penelitian para ahli gizi, kandungan susu khusus ibu hamil dengan susu sapi biasa setara. Memang, ada beberapa susu khusus untuk ibu hamil yang menambahkan zat tertentu, misalnya, asam folat yang membantu pertumbuhan otak bayi. Namun bila ibu mengonsumsi hati sapi dan kacang-kacangan, tak perlu lagi minum susu yang mengandung asam folat.

4. Tidak ada merek susu khusus ibu hamil yang terbaik
Saking banyaknya merk susu ibu hamil di pasaran, masyarakat justru menjadi bingunh. Pertanyaan yang sering terungkap, “Merek susu ibu hamil apakah yang paling baik” dari hasil membandingkan beragam merek susu ibu hamil dipasaran, beberapa sumber menyimpulkan bahwa nutrisi yang terkandung di dalam masing-masing merek tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Perbedaannya sebatas variasi dengan \menurunkan kandungan lemak sehingga mengurangi rasa mual, perbedaan rasa, dan penambahan asam folat yang sebenarnya bisa tegantikan

Dari fakta-fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa, susu khusus ibu hamil bersifat subtitutif, dapat tergantikan. Perlu diwaspadai harga susu khusus ibu hamil jauh lebih mahal dibandingkan susu biasa. Jadi bijaksanala dalam mengeluarkan anggaran bulanan. Jangan sampai tergiur iklan marketing yang sekedar menonjolkan keunggulan produk yang dipasarkan. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita.

0 komentar:

Post a Comment